Monday, February 25, 2013

Sony Xperia V LT25i Spesifikasi dan Review


Akhirnya anggota lain dari trio baru Xperia hadir juga ke tanah air, dimana sebelumnya anggota termuda, Xperia J, sudah hadir terlebih dahulu ke pasaran. Xperia V menawarkan pengalaman berponsel kelas menengah keatas disertai desain bergaya dan daya tahan akan air tawar (kedalaman maksimal 1 meter durasi maksimal 30 menit) dan debu. Xperia V dibanderol dengan harga yang cukup tinggi, yakni 5,5 jutaan rupiah, apakah sebanding dengan apa yang dimiliki ponsel ini? Baca review lengkapnya dibawah ini.

 
Spesifikasi utama
  • Quadband GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
  • Triband HSDPA 850 / 900 / 2100
  • LTE 800 / 850 / 1800 / 2100 / 2600
  • Layar sentuh kapasitif TFT 16 juta warna 4.3 inci (1280 x 720 piksel) (~342 ppi)
  • Memori internal 8GB, RAM 1GB
  • Kamera 13 MP (4128 x 3096 piksel) autofokus, LED flash
  • Kamera sekunder VGA
  • Android ICS 4.0.4, upgradeable JellyBean 4.1
  • Prosesor dual-core 1.5 GHz Krait Qualcomm MSM8960 Snapdragon
  • GPU Adreno 225
  • Tahan air dan debu IP57
  • Baterai Lithium-Ion Polymer 1700 mAh
Paket Penjualan
  • Handset Xperia V
  • Baterai
  • Kepala charger
  • Kabel data
  • Headset in-ear + ear buds
  • Anti gores
  • Manual
  • Kartu garansi

Desain dan Bodi
Karena bisa dibilang bersaudara, maka desain Xperia V ini mirip sekali dengan saudara mudanya Xperia J. Dengan desain yang menawan, berpinggang dibagian tengah dan tipis serta ringan tidak ketinggalan fitur unggulannya yaitu tahan akan air dan debu. Xperia V memiliki dimensi 129 x 65 x 10.7 mm dengan bobot 120 gram, menjadikan ponsel ini masih terasa pas dan ringan digenggaman. Sama seperti pada Xperia J, Xperia V menggunakan bahan material plastik dimana bagian back cover bertekstur seperti karet kesat menjadikan tidak licin dan tidak mudah bergores, namun masih meninggalkan bekas jari tangan.

Bagian muka diisi dengan kamera sekunder beresolusi VGA, sensor cahaya dan proximity, LED notifikasi, layar 4.3-inci dan tentu saja earpiece. Untuk tombol fungsi Android terletak di dalam antarmuka sehingga bagian dasar muka terlihat polos saja. Bagian belakang diisi dengan kamera utama beresolusi 13MP ditemani LED flash, mic dan kehadiran sebuah speaker dibagian dasar. Terlihat sebuah lubang kecil dibagian atas speaker, rupanya lubang ini adalah semacam indikator untuk mengetahui apakah ponsel telah terendam air terlalu lama/dalam, yang pada akhirnya akan berpengaruh ke garansi yang berlaku.




Bagian kiri ponsel terdapat tombol lock/power dan volume yang berukuran kecil namun menonjol sehingga mudah untuk diraba dan lubang untuk menggantungkan aksesoris. Sisi kanan terdapat konektor untuk aksesoris dock dan port micro USB yang memiliki tutup berkaret. Bagian atas diisi dengan port headset 3.5mm yang juga ditutupi untuk mencegah masuknya air, sedangkan bagian bawah hanya diisi dengan sebuah lubang mic .


Penempatan kartu micro SIM dan kartu memori berada di dalam back cover tidak hotswap karena anda harus mencabut baterai terlebih dahulu. Dan yang membuatnya unik, kedua slot kartu ini bertumpuk dimana kartu microSD berada di posisi atas sedangkan kartu microSIM dibawahnya yang ditopang dengan SIM tray terbuat dari plastik tipis berwarna kuning sehingga rentan patah.

Layar yang digunakan Xperia V terlihat serupa dengan apa yang digunakan Xperia S, sama-sama menggunakan resolusi HD 720p (720 x 1280 piksel) berukuran 4.3-inci dengan 342ppi dengan embel-embel Reality Display. Tampilan layar telihat tajam namun sayang karakternya juga sama persis seperti layar Xperia S dimana untuk menampilkan warna putih terlihat kekuningan serta terlihat sedikit kusam seperti tertutup kabut, tidak terlihat bening seperti HTC One X dan masih dibawah kualitas acro S.
Antarmuka
Saat kami menyalakan ponsel pertama kali, ponsel ini masih menggunakan sistem operasi Android ICS 4.0.4. Meskipun sudah beredar kabar Xperia V menerima update JellyBean 4.1, namun saat kami melakukan pengecekan belum ada update yang tersedia.
Tampilan dari Antarmuka ini jelas tidak banyak perubahan dengan seri Xperia high-end lain yang menggunakan ICS, kami hanya sedikit menemukan beberapa perbedaan. Seperti yang sudah kami jelaskan diatas tombol fungsi android berada di dalam antarmuka sehingga tampilan layar sedikit terpotong tidak penuh 4.3-inci. Dari tampilan lockscreen sendiri masih terlihat sama dengan sistem dua slider dua arah, dimana slider kiri untuk membuka layar dan slider kanan untuk jalan pintas ke menu kamera (mengingat tidak ada tombol kamera disini). Jika melakukan slide di bagian jam maka akan ditampilkan mini music player untuk akses cepat. Masuk ke homescreen maka anda akan disajikan lima halaman homescreen sebagai kanvas anda menyusun widget favorit. Mode overview juga masih hadir dengan hanya melakukan gestur cubit.



Jendela notifikasi hadir dengan sedikit modifikasi, dengan ditambahkannya jalan pintas ke beberapa menu pengaturan seperti profil suara, bluetooth, wifi, data, dan menu setting. Untuk recent apps cukup menekan tombol terdedikasi. Tampilan recent apps ini sedikit berbeda dengan yang biasa kita temukan. Sony menambahkan beberapa small apps yang bisa ditambahkan ke homescreen dari sini seperti kalkulator, timer, note, dan voice note. Bisa juga anda tambahkan small apps lain baik diunduh dari Play Store.



Drawer aplikasi hadir dengan ciri khas Sony Xperia lain. Ikon-ikon aplikasi tersusun dalam formasi 5x4 dengan latar belakang transparan. Ikon-ikon ini dapat diatur posisinya secara manual atau dilakukan sorting berdasarkan kategori tertentu.

Performa antarmuka Xperia V tidak terlalu mengesankan, kami masih merasakan lag-lag saat menjelajahi menu ke menu. Kekuatan prosesor dual-core 1.5 GHz Krait digabung dengan RAM 1GB tidak begitu terasa. Bahkan saat kami sedang mendengar lagu kemudian membuka aplikasi yang cukup berat, keluaran suara sempat tersendat.
Layaknya seri Xperia Android lain, urusan pengetikan disediakan pilihan Xperia keyboard dengan tambahan untuk bahasa mandarin dan jepang.

Sony Xperia V LT25i Review Gallery
Contact dan Messaging
Menu contact terbagi dalam empat tab yakni tab seluruh contact, dialer, favorite, dan group. Bagian bawah diisi dengan tombol search, add contact, dan option. Anda juga dapat mehubungkan contact yang ada dengan jejaring sosial Facebook.



Messaging tampil simpel seperti biasanya dengan antarmuka yang sederhana dan intuitif bisa dipastikan anda tidak akan kagok meskipun baru menggunakannya sekalipun. Selain mengirim konten multimedia, anda juga bisa mengirim doodle, juga informasi lokasi dimana anda berada.




Sony Xperia V LT25i Review Gallery
Kamera
Xperia V memiliki dua kamera, kamera sekunder beresolusi VGA saja dan kamera utama beresolusi 13MP (4128 x 3096 piksel) sensor Exmor R autofokus dengan LED flash. Antarmuka kamera terlihat ada kemajuan dengan ditambahkannya fitur-fitur baru seperti Superior auto (otomatis mendeteksi mode yang cocok secara lebih baik), picture effect, selebihnya terlihat serupa dengan Xperia sebelumnya seperti smile shutter, quick launch, shutter sound dan lainnya. Hasil asli dan contoh lain dapat diunduh disini.



Pengambilan gambar dalam ruangan minim cahaya dapat dilakukan dengan baik, hasil terlihat tajam meskipun hadir noise jika tanpa bantuan flash, namun pewarnaan tetap natural tidak pucat.


Untuk luar ruangan, hasil penangkapan kamera terlihat tajam, detail, dan warna yang natural. Proses penangkapan kamera juga cepat sehingga dapat diandalkan untuk kondisi mendesak.


HDR

Panorama

Perekaman Video
Tentu saja kamera di Xperia V dapat melakukkan perekaman video HD hingga 1080p 30fps. Fitur perekaman video ini ditemani fitur pembantu seperti LED light, video stabilizer, scenes dan fitur standar lain. Fokus saat melakukan perekaman video berjenis continuous (tidak touch to focus) sayangnya performa fokus sampai menemukan fokus yang tepat tidak begitu cepat. Hasil perekaman video akan disimpan dalam format MP4.


Hasil Perekaman Video Xperia V:
Multimedia
Tampilan gallery (Album) layaknya Xperia Android baru yang dapat menampilkan koleksi foto dan video anda berdasarkan lokasi, waktu, map, dan bahkan dapat menampilkan galley online yang terhubung dengan situs jejaring sosial serta perangkat DLNA. Terdapat fitur menarik bernama SensMe slideshow, sesuai namanya fitur ini akan menampilkan koleksi foto anda dengan efek dan musik yang dapat diatur. Kami tidak begitu menemukan perbedaan yang signifikan dengan fitur BRAVIA engine 2 aktif dan tidak, jika benar-benar diperhatikan perbedaan warna hanya sekitar 10% saja. Memang tampilan warna di layar ini terlihat lebih kontras namun pada akhirnya membuat tampilan menjadi tidak natural, cenderung terlihat berlebih.



Tidak usah diragukan lagi pemutar musik Xperia V yang bernama Walkman ini memiliki performa yang mengesankan. Keluaran suara dapat diatur sesuai preferensi karena terdapat pengaturan yang lengkap seperti clear bass, clear audio+, equalizer baik preset maupun manual, surround mode, dan lainnya. Dengan pengintegrasian dengan Gracenote maka tidak usah repot memasukkan informasi judul, album, penyanyi secara manual, semua dapat dilakukan secara otomatis dengan satu tombol saja. Keluaran suara via speaker terdengar kencang karena dilengkapi dengan fitur xLOUD dan tidak pecah/sember saat diatur ke posisi maksimal.





Pemutar video (Movies) memiliki tampilan yang sedikit lebih segar, dengan menampilkan potongan video tertentu dihalaman awal dan pengintegrasian dengan database online untuk memperlengkapi informasi file jika tersedia. Selain memutar konten video yang ada di dalam perangkat, anda juga dapat memutar video secara DLNA atau ke perangkat yang terhubung dengan ponsel. Untuk dukungan format video, tercatat AVI, MP4, M4V, MOV, MKV (tanpa subtitle) dapat diputar dengan baik, tentu saja hingga resolusi 1080p. Untuk antarmuka saat memutar video tidak banyak berubah masih seperti Xperia Android sebelumnya, minim pengaturan tidak ada yang spesial.



Tidak terlupakan fitur FM Radio sebagai hiburan alternatif, dimana seperti biasa anda wajib mencolokkan headset terlebih dahulu yang berfungsi sebagai antena baru bisa menikmati siaran stasiun radio favorit.


Browser
Berinternet ria dengan browser bawaan ICS tentu dapat dilakukan dengan baik, dengan layar HD yang tajam meskipun dalam posisi zoom out situs TeknoUp versi full dapat terbaca meskipun tulisan terlihat kecil. Untuk rendering halaman juga baik, pergeseran tidak terjadi lag yang mengganggu, meskipun begitu jika anda melakukan multitab yang mampu hingga maksimal 16 tab sekaligus maka performa akan semakin menurun. Untuk konten flash dapat ditampilkan dengan baik di halaman langsung.



Untuk skor tes HTML 5, browser stok di Xperia V mendapat skor 347 dengan 14 poin bonus. Sedangkan untuk Sunspider mendapat skor 1211.1m/s.


Konektivitas
Xperia V berjalan di jaringan quadband GSM (850 / 900 / 1800 / 1900) dan triband HSDPA, (850/900/2100) LTE 800 / 850 / 1800 / 2100 / 2600. Konektivitas lokal terdapat WiFi a/b/g/n, NFC, Bluetooth v4.0, A-GPS GLONASS, microUSB v2.0 (MHL), dan dukungan microSD hingga 32GB. Meskipun mendukung jaringan 4G atau LTE (tertulis di dus), namun dirasa percuma karena di Indonesia belum ada tanda-tanda akan disediakan jaringan ini dalam waktu dekat.

Benchmark
  • Quadrant Standard: 5449 poin
  • AnTuTu: 11081 poin
  • NenaMark2: 59.5 fps
  • Multitouch Tester: maksimal 10 sentuhan
  • CamSpeed: 821 shutter time, 947 image time, 568 focus time
Sony Xperia V LT25i Review Gallery
Daya Tahan Baterai
Xperia V menggunakan baterai berjenis Lithium-Ion Polymer berkapasitas 1700 mAh, sama seperti yang digunakan Xperia J. Jadi bisa terbayang daya tahannya tidak sekuat seperti Xperia J yang memiliki spesifikasi lebih rendah. Ada keuntungan juga di Indonesia tidak terdapat jaringan LTE karena dapat menghemat baterai. Kami perkirakan untuk penggunaan normal dengan paket data aktif dapat bertahan seharian +-12 jam, cukup standar untuk ponsel Android terkini.

Kesimpulan
Segi desain dan spesifikasi memang Xperia V cukup menonjol dan mumpuni, namun jika mengingat harga yang dibanderol 5,5 jutaan maka sangat terasa overprice. Memang bisa dibilang Xperia V merupakan salah satu ponsel pengadopsi awal yang dapat menangkap jaringan LTE/4G, tapi saat ini di Indonesia kelebihan tersebut belum berguna. Terlebih kinerja ponsel terasa biasa saja dengan masih dirasakannya lag pada saat tertentu, dan kualitas layar dibawah acro S. Kelebihan yang berguna mungkin daya tahannya akan air dan debu, yang membuat anda tidak perlu khawatir jika menggunakannya dikala hujan.
Kelebihan
  • Tahan air dan debu IP57
  • Performa kamera memuaskan
  • Desain bergaya, tipis, dan ringan
Kekurangan
  • Overprice
  • Kualitas layar kurang baik
  • Performa biasa saja